Welcome to izzaro blog

Selasa, 19 Oktober 2010

Waspada dengan Gejala Ambeien

Waspada dengan Gejala Ambeien

AMBEIEN atau dalam istilah kedokteran disebut hemorhoid--suatu penyakit pelebaran pembuluh darah balik (vena) yang terdapat di daerah saluran cerna bagian bawah yang berbatasan dengan dubur/anus.
Hemoroid yang dikenal dalam dunia kedokteran dibagi menjadi dua tipe -- internal (dalam anus/dubur) dan eksternal (di luar anus/dubur). Tapi sebenarnya, internal maupun eksternal masih merupakan kesatuan yang sama karena masih berhubungan melalui vena dalam kulit yang tidak kelihatan.
Penyebab penyakit ini adalah terjadinya hambatan aliran darah balik di daerah tersebut. Paling sering hambatan tersebut disebabkan oleh kotoran kita yang mengeras sehingga membendung aliran darah balik. Saluran cerna bagian bawah, yang dikenal dengan rektum, berbentuk seperti tabung yang penuh dengan anyaman pembuluh darah (plexus). Dalam keadaan normal, dengan konsistensi kotoran kita yang lembek, aliran darah yang terdapat dalam anyaman pembuluh darah tidak mengalami gangguan, sehingga tidak akan terjadi pelebaran atau pembesaran.
Jika kotoran mengeras yang disebabkan oleh kurangnya masukan air dalam tubuh, karena salah satu tugas utama dari saluran cerna bagian bawah adalah menyerap habis-habisan air yang terkandung dalam kotoran -- sehingga jika terjadi kekurangan cairan dalam tubuh -- maka kotoran akan menjadi membatu. Kotoran yang keras ini akan menghambat aliran balik sehingga menjadi melebar persis seperti varices yang sering terjadi di kaki. Bila kejadian ini berlangsung lama dan berulang-ulang, maka pelebaran pembuluh darah pun juga makin hebat, malah dapat keluar saat kita buang air besar (BAB).
Jika kotoran saat itu tidak keras, tak masalah. Jika keras, hemoroid akan tergesek dengan akibat timbulnya luka yang dapat disertai dengan perdarahan. Jika lukanya cukup lebar dan karena di daerah itu sangat diminati oleh berbagai macam kuman, maka infeksi tidaklah dapat dihindari. Kita akan merasa sangat terganggu karena disamping rasa kebut kebut yang disebabkan oleh peradangan karena infeksi, juga perdarahan yang selalu menetes saat BAB.
Penyebab lain terjadinya hemoroid ini adalah bendungan aliran balik vena yang diakibatkan oleh tidak lancarnya aliran balik di daerah hati, terutama disebabkan oleh penyakit hati yang sudah memasuki stadium lanjut (sirosis). Semua pembuluh darah balik yang terdapat di saluran cerna akan bermuara ke pembuluh darah hati dulu (vena porta) sebelum menuju ke jantung. Gunanya, membersihkan zat-zat yang berbahaya atau toksis terhadap tubuh. Jika alirannya terhambat, misalnya karena terjepit oleh jaringan hati yang mengalami perubahan menjadi jaringan ikat (sirosis), maka aliran darah balik yang terdapat di daerah dubur/anus otomatis juga terhambat, sehingga menjadi melebar.
Disamping dua penyebab itu, kehamilan juga sering dapat menyebabkan timbulnya penyakit ini. Disamping adanya pengaruh hormonal, adanya bayi dalam kandungan juga dapat menghambat aliran balik dari vena di daerah dubur. Keadaan itu diperberat karena gerakan saluran cerna menjadi lebih lambat dari biasa, dan penyerapan air yang habis-habisan di dalam saluran cerna, yang semuanya dapat membuat kotoran menjadi keras.
Mengenai kemungkinan banyak duduk sebagai penyebab penyakit ini, mungkin saja karena dengan duduk tekanan di daerah bokong terutama anus akan meningkat. Tekanan yang meningkat ini akan memberikan efek pada tingginya tekanan aliran balik vena pada daerah tersebut. Jika daya elastis vena kurang baik (pada orang tertentu), sangat mungkin akan terjadi pelebaran/peregangan. Tekanan yang tinggi secara terus menerus, disertai dengan kurangnya elastisitas pembuluh darah akan membuat penyakit ini makin laju. Obatnya, kurangi duduk dalam setiap kesempatan. Beranjaklah dari tempat duduk dan sedikit berjalan setiap satu jam akan memberikan manfaat yang berguna pada Anda.
Menurut dr. Gunadi, penyakit ambeien ini jika dibiarkan berlanjut maka benjolan pada anus tersebut tidak dapat lagi kembali pulih secara normal dan harus dioperasi. Operasi ambeien karena terletak di daerah anus, daerah yang banyak dilalui kotoran dan kuman biasanya butuh waktu yang lebih panjang untuk pemulihan.
"Khususnya orang awam yang belum sepenuhnya mengetahui tentang penyakit tersebut, harus secepatnya mendatangi dokter. Banyak penderita ambeien yang sungkan dan segan karena lokasi penyakitnya di daerah anus. Buang jauh-jauh rasa malu dan rasa sungkan sebab itu hanya memperpanjang derita sendiri. Selama ini banyak mitos yang mengatakan bahwa penyakit ambeyen adalah akibat dari banyak duduk atau banyak makan pedas. Itu hanyalah mitos yang tidak benar," ujar dokter yang bertugas di RSU Wahidin Hudirohusodo.
Lanjut dikatakan, kalau penyakit ini biasanya ditandai dengan menetesnya darah segar bersamaan dengan tinja saat buang air besar. Biasanya darah menetes berbarengan dengan edenan, dimana ada pembuluh darah tergesek dan pecah di daerah anus sehingga darah menetes. Dengan melebarnya pembuluh darah secara terus-menerus akan mengakibatkan munculnya daging atau benjolan yang disebut wasir.
Apabila seseorang kurang mengkonsumsi makanan berserat, sementara banyak makan penyedap seperti monosodium glutamat (MSG), maka peristaltik (gerakan) ususnya akan melemah. Lemahnya gerakan peristaltik itu akan menyebabkan timbulnya kesulitan untuk buang air besar alias buang air besarnya tidak lancar. Orang sehat, normalnya buang air besar sekali 24 jam secara rutin, sementara jika peristaltik terganggu, akan terjadi penurunan frekuensi buang air besar.
Terang saja, dokter ahli penyakit dalam ini sangat menyarankan kepada penderita ambeien untuk memperhatikan pola makan. Pasalnya, jika kebiasaan mengkonsumsi makanan dengan pola makan yang tidak sehat dilakoni berlarut-larut pada seseorang tanpa menghentikan kebiasananya banyak makan penyedap, maka tidak tertutup kemungkinan orangnya butuh “tenaga ekstra” untuk mengeluarkan tinja dari anus yakni dengan mengedan. Kebiasaan mengedan dan memaksa ini adalah suatu kebiasaan buruk yang seharusnya dihindarkan.
"Kebiasaan mengedan akan mendorong pembuluh darah disekitar anus untuk terdesak ke dinding luar atau menonjol pada mulut anus. Jika konsistensi tinja agak keras maka pembuluh darah tersebut bisa pecah dan terjadilah perdarahan. Sehingga pada saat seseorang buang air besar ada darah segar yang ikut menetes," terangnya. (Hapsah Maharani)

http://www.lintasberita.com/go/664315

Tidak ada komentar:

Posting Komentar